Tuesday, August 14, 2018

ARAK OBOR ASEAN GEMES 2018

Kirab Obor Asian Games 2018 Sampai di Jawa Barat

Liputan6.com, Bandung - Pawai obor Asian Games 2018 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/8/2018) telah dilaksanakan. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengawali arak-arak obor Asian Games 2018 di Kota Bandung.
Dengan rute akhir di Gedung Sate, obor tersebut akan diestafetkan kepada leganda olahraga antara lain Djadjang Nurjaman, Taufik Hidayat, Ade Rai, hingga Ricky Subagja.
Pada agenda tersebut, Airlangga didampingi Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo. Obor secara seremonial dinyalakan pukul 08.51 WIB oleh Erick Tohir.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Iriawan mengakhiri arak-arakan obor Asian Games di Gedung Sate. Dia senang mendapat kesempatan membawa obor Asian Games.
"Kita bangga api Asian Games 2018 ada di Gedung Sate. Ini waktunya panjang, terakhir 1962. Suatu kebanggaan buat saya bisa membawa lari obor Asian Games," katanya

Tuesday, August 7, 2018

Headline News

BMKG: Ada 132 Gempa Susulan Terjadi di Lombok

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 06/08/2018 09:06 WIB
BMKG: Ada 132 Gempa Susulan Terjadi di LombokSeorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 132 gempa susulan terjadi hingga Senin (6/8) pukul 08.00 WIB, pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8).

"Update Gempa Bumi Lombok M [Magnitudo] 7 sampai pukul 08.00 WIB tercatat sebanyak 132 gempa bumi susulan," ujar keterangan tertulis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (6/8).

BMKG telah menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya.


Setelah itu, ada rangkaian gempa yang intensitasnya lebih kecil hingga 132 kali.

Rinciannya, pada Minggu (5/7) pukul 20.00 WIB terjadi 18 gempa susulan, pukul 21.00 WIB ada 14 gempa susulan, pukul 22.00 WIB ada 15 gempa susulan, dan pukul 23.00 WIB terjadi 17 gempa susulan.

Pada Senin (6/7) pukul 00.00 WIB gempa terjadi sebanyak delapan kali, pukul 01.00 WIB jumlahnya meningkat drastis menjadi 20 kali.

Selanjutnya, frekuensi gempa menurun menjadi delapan kali pada pukul 02.00 WIB, lima kali pada 03.00 WIB, 11 kali pada pukul 04.00 WIB, lima kali pada jam 05.00 WIB, tiga kali pada pukul 06.00 WIB, tiga kali pada jam 07.00 WIB, serta lima kali di pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Daerah terparah yang terguncang gempa adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram.



Tonton juga video: Alasan Setelah Gempa Ada Gempa Susulan